Saturday, November 24, 2012

Strategi untuk Mengurangi Dampak Ekstrem Perubahan Iklim

Adaptasi perubahan iklim perlu belajar dari pengalaman nyata.

petani,terungSeorang petani tengah memperhatikan terung yang akan dipanennya. Petani dan nelayan merupakan contoh masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. (Dwi Oblo)
Program adaptasi nasional terhadap perubahan iklim perlu belajar dari pengalaman nyata, baik dari ketidakpastian saat menghadapi bencana, kerentanan ekosistem dan masyarakat, maupun sumber daya sosial sebagai dasar penyusunan strategi adaptasi.
"Strategi ini berguna untuk memberi prioritas yang tinggi terhadap program dan pendanaan adaptasi," kata Daniel Murdiyarso, peneliti senior perubahan iklim dari CIFOR dalam lokakarya "Mengarusutamakan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim dalam Agenda Pembangunan" yang digelar oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan CIFOR di Bogor baru-baru ini.
Belajar dari kasus bencana alam, badai, banjir, dan kekeringan di Indonesia, upaya adaptasi berguna sebagai dasar pembuatan rencana antisipasi, mulai dari penyebarluasan informasi, tindakan dan penanganan, hingga pelibatan masyarakat. "Untuk itu perlu diidentifikasi wilayah Indonesia yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim," kata Daniel.
Program Adaptasi tersebut dirancang untuk menyesuaikan dan mengurangi dampak ekstrem perubahan iklim. Menyadari bahwa Indonesia termasuk dalam negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, pemerintah pun tengah menyusun Rencana Aksi Nasional untuk Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API).
Pembelajaran dari aksi lokal tak luput dari perhatian pemerintah. Endah Murniningtyas, Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas mengatakan, informasi adaptasi tradisional akan dimasukkan dalam RAN-API.
"Penyusuran informasi kami lakukan dari bawah ke atas," kata Endah. "Koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memulai kegiatan adaptasi di masing-masing provinsi gencar kami lakukan," jelasnya.
Menurut Daniel, dalam menyusun rencana adaptasi yang komprehensif, selain identifikasi wilayah, perlu ditetapkan kriteria dan indikator (K&I) kerentanan sektor, ekosistem, dan masyarakat. "Petani dan nelayan merupakan contoh masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi, sehingga sektor pertanian dan pangan menerima dampak terbesar akibat perubahan iklim ini," katanya.
kentang,sayur,panen (Dwi Oblo)
Kemampuan adaptasi yang dimiliki masyarakat juga perlu digali dalam pengembangan program ini. "Pilihan cara masyarakat setempat untuk bertahan hidup di lingkungan masing-masing juga perlu dipertimbangkan dalam K&I," katanya, seraya menambahkan konsultasi terhadap semua pihak merupakan keharusan.
Pendapat senada dinyatakan juga oleh Emilia Pramova bahwa adaptasi seharusnya tidak hanya berfokus pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kondisi keuangan atau fisik semata. "Adaptasi perlu mempertimbangkan modal sosial dan risiko sosial yang masing-masing dapat memperbaiki dan menghambat proses pengembangan kapasitas adaptasi," ujar Emilia, peneliti adaptasi perubahan iklim dari CIFOR.
Masyarakat Setulang di Kalimantan Timur misalnya, menganggap persatuan dan persaudaraan lebih berperan penting membantu penduduk mengelola bencana alam. Masyarakat membentuk tim tanggap yang bertugas membantu penduduk desa mendapatkan kembali harta benda yang hilang saat bencana terjadi. "Sumber daya sosial ini adalah tindakan adaptasi spontan yang dipilih sendiri oleh masyarakat," jelasnya.
"Pemerintah sudah memutuskan agenda adaptasi perubahan iklim ke dalam agenda pembangunan, jadi perlu gerak cepat merangkum informasi dari berbagai sektor, termasuk dari akar rumput (grass root)," kata Endah menutup pembicaraan.

Sumber : Natgeo Indonesia(Budhy Kristanty, Center for International Forestry Research)

Di Balik Tradisi Memandikan Pusaka di Bulan Sura

Inilah salah satu upaya manusia untuk melakukan introspeksi diri




Ada banyak mitos mengatakan, memandikan pusaka di bulan Sura mengandung hal-hal yang mistis. Namun apakah Anda tahu bahwa memandikan pusaka di bulan Sura justru menjadi salah satu upaya manusia untuk melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri.
Di salah satu pendopo hotel di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/11), tampak puluhan orang menyaksikan dengan seksama tradisi “jamasan pusaka”. Mereka tampak serius mengamati seorang ahli keris yang tengah membersihkan keris dengan perasan air jeruk nipis. Ada  yang mengangguk-anggukkan kepala seperti baru saja mendapat suatu hal yang baru. Sementara, ada pula yang terus melontarkan pertanyaan kepada ahli keris itu.
Begitulah sedikit rekaman suasana tradisi jamasan pusaka yang setiap tahun diadakan di Yogyakarta saat bulan Sura. Jamasan pusaka atau orang umum menyebutnya memandikan pusaka merupakan cara untuk merawat benda pusaka, benda bersejarah, atau benda kuno.
Sesepuh Pemerhati Keris, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sumowijoyo menjelaskan, jamasan pusaka merupakan tradisi turun-temurun yang harus dilakukan di bulan Sura. Pusaka seperti keris, tombak, dan lainnya bagi orang Jawa bukanlah pusaka biasa karena tidak dibuat sekadarnya melainkan dengan laku yang berbagai macam. Seperti zaman Sultan Agung, karena dibuat dari seorang Empu maka  pusaka mendapatkan tempat istimewa seperti  simbol status, senjata tikam, tanda jabatan, dan lainnya.
KRT Sumowijoyo menjelaskan bahwa tradisi jamasan di bulan Sura memiliki nilai filosofi tersendiri. Bagi orang Jawa, bulan Sura merupakan tahun baru Jawa yang menjadi bulan sakral dan penuh rahmat. Untuk itulah, masyarakat Jawa diharapkan melakukan introspeksi diri atas perbuatan yang telah dilakukan. Jamasan pusaka menjadi salah satu contohnya.
Ia melanjutkan,memandikan keris tak sekadar untuk mengawetkan atau mempercantik keris. Memandikan keris berarti melakukan ritual membersihkan diri. Orang yang memandikan akan merefleksikan bahwa membuat keris tidaklah mudah. Dalam hal ini dibutuhkan doa dan spirit yang kuat, kesabaran, ketelitian, dan pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang akan diilhami oleh orang yang memandikannya.
Keris pun memiliki banyak filosofi kehidupan. Bagian-bagiannya seperti pesi (pegangan keris), gonjo, tikel alis, pijetan, greneng, dan lainnya bercerita tentang kehidupan manusia. Di antaranya manusia perlu memiliki pegangan dalam hidupnya, manusia perlu mempertimbangkan segala perbuatan, perlu adanya musyawarah bersama, memiliki jiwa yang bersih, dan lainnya.
“Harapannya ketika keris ini dijamas, maka si penjamas itu bisa mendapatkan spirit baru dalam kehidupannya. Tak hanya itu, jamasan juga membuat orang lebih sensitif terhadap rangsangan yang akan datang,”paparnya.
Cara Memandikan Keris
Pemerhati keris lainnya, Deni Ekasusila menjelaskan, ada dua cara menyirami pusaka yakni dengan direndam atau dicelup, serta di-koloh atau dikuaskan. Bahan yang digunakan seperti batu warangan atau arsen, air jeruk nipis, sabun colek, dan minyak pusaka. Sedangkan  alat- alat yang diperlukan adalah telawah atau blandhongan, sikat yang halus, kain pel yang mudah menyerap air, dan ember.

Pusaka yang kotor dan berkarat direndam terlebih dahulu dengan air kelapa. Baru setelah itu dibersihkan  dengan jeruk nipis yang telah dibelah dan dicampurkan dengan sabun colek. Setelah terlihat menjadi putih, pusaka disiram air dan disikat berulangkali sampai air tidak mengeluarkan buih. Kemudian dipel dan dijemur di sinar matahari.”Kalau tidak kotor banget, satu sampai dua jam jamasan sudah selesai,” kata Deni.
(Olivia Lewi Pramesti)

Cerita di Balik Benteng-Benteng Indonesia

Benteng menjadi cermin pertahanan diri, perkembangan teknologi pertahanan dan keamanan, serta mencerminkan konsep hankam pada masanya.

benteng vredeburg,bangunan bersejarah,yogyakartaSorot lampu taman di malam hari membuat bayangan dahan dan ranting pohon menempel di dinding membentuk jari-jari yang mencengkeram pilar pintu masuk Benteng Vredeburg, Yogyakarta. (Agus Nor Rochmad/Fotokita.net)
Benteng-benteng di Indonesia ternyata tak sekedar bangunan biasa. Benteng-benteng tersebut merupakan bagian dari sejarah dan menjadi kekayaan warisan budaya.
Di Indonesia, benteng dapat ditemukan di banyak wilayah dengan bentuk bervariasi. Ada yang bahan bangunannya bata, balok-balok batu, serta ada yang dicampur antara bata dan batu. Teknik membangunnya pun berbeda, dengan teknik kosod, serta spesi dan lepa dari bligon.
Kendati didirikan dengan bahan dan teknik yang berbeda, kebanyakan benteng di Indonesia didirikan di perkotaan. Kota merupakan permukiman yang permanen, relatif padat, penduduknya heterogen, serta memiliki bangunan-bangunan untuk mewadahi berbagai macam kegiatan penduduk.
Guru Besar serta Arkeolog Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Inajati Adrisijanti menjelaskan, benteng di Indonesia dikelompokkan menjadi dua: benteng tradisional dan benteng dengan gaya arsitektur Barat.
Masing-masing benteng ini memiliki gaya bangunan dan teknologi yang berbeda karena kondisi lingkungan alam dan budaya."Namun ada persamaan di antara keduanya, yakni kemungkinan besar sebagai sarana pertahanan," kata Inajati dalam seminar budaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/11).
Berdasarkan data arkeologi, lanjutnya, terdapat tiga situs yang menandakan benteng tradisional yakni Situs Biting di Lumajang, Situs Macan Putih di Banyuwangi, dan Kota Gede. Benteng tradisional ini cenderung memanfaatkan kondisi lingkungan alam sekitar sehingga denahnya tidak simetris atau mengikuti aliran sungai dekatnya.
benteng vastenburg,bangunan bersejarah,surakartaBenteng Vastenburg di Surakarta. (Rikisatrio/Fotokita.net)
Sementara itu, benteng dengan gaya arsitektur Belanda bisa ditemui di Yogyakarta yakni Benteng Vredeburg, Benteng Fort Speelwijk di Kota Banten Lama, serta Benteng Vastenburg di Surakarta.
Benteng dengan arsitektur Belanda memiliki beberapa kemiripan: menyisip di dalam tata ruang kota. Benteng ini dibangun oleh Belanda untuk mengontrol pemerintahan para raja.
Benteng-benteng peninggalan sejarah memiliki filosofi tersendiri. Benteng ini mencerminkan pengalaman mengolah kekayaan alam untuk keperluan manusia dalam hal mempertahankan diri, mencerminkan perkembangan teknologi pertahanan dan keamanan, serta mencerminkan konsep pertahanan dan keamanan pada masanya.
Mengingat keberadaan benteng ini sangat penting sebagai saksi sejarah, ia berharap semua pihak bisa mengelola menjadi sumber daya arkeologi. Namun, di tengah usaha penyelamatan benteng ini, berbagai permasalahan masih menunggu yakni dalam hal pelestarian, pengelolaan, maupun pemanfaatan.
Revianto Budi Santosa, Pengajar Jurusan Aristektur Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menambahkan, benteng di Indonesia dibangun sejak awal abad 16 ketika bangsa Eropa terpikat oleh kekayaan Indonesia. Lantaran ingin mempertahankan kedudukan dan memonopoli usaha dagang di Indonesia, bangsa-bangsa seperti Portugis, Belanda dan Inggris membangun kubu-kubu pertahanan atau benteng untuk melindungi kepentingan dan mempertahankan keamanan mereka.
Pada era berikutnya, sejumlah penguasa Nusantara membangun benteng-benteng besar sebagai tanggapan atas keberadaan benteng-benteng kolonial. "Benteng-benteng ini memiliki nilai historis tinggi sebagai warisan sejarah dan budaya bangsa sekaligus sebagai rekaman interaksi global bangsa Indonesia dengan bangsa lain," kata Revianto.
Hingga saat ini terdapat 275 benteng pertahanan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kondisi beragam. Benteng Vredeburg Yogyakarta, Benteng Rotterdam di Makassar, dan Benteng Malborough di Bengkulu, merupakan benteng dalam kondisi sangat baik dan menjadi landmark kota yang sangat penting.
Pengelola Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharjo mengatakan, Benteng Vredeburg merupakan salah satu cagar budaya di Provinsi DIY dan memiliki sejarah penting dalam perjuangan rakyat Indonesia. Untuk itulah, upaya pelestarian perlu terus menerus dilakukan agar keberadaan benteng ini bisa menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Sumber : National Geographic Indonesia (Olivia Lewi Pramesti)

NASA: Mana Bukti Ilmiah Kiamat Suku Maya?

NASA menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.

suku maya,kiamat,2012(Thinkstockphoto)
Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, NASA kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA, Badan Antariksa dan Penerbangan AS, dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.
"Untuk klaim, bencana, atau perubahan dramatis apa pun pada tahun 2012, mana pemaparan sainsnya? Mana buktinya? Tidak ada," demikian papar NASA, Selasa (13/11).
Menurut kalender kuno Suku Maya, titik balik Matahari 2012 akan menandai akhir dari siklus 144 ribu hari. Siklus ini sudah berulang sebanyak 12 kali dan yang ke-13 akan jatuh pada 2012. Pada saat inilah dunia akan mencapai akhirnya.
Tapi ditegaskan kembali oleh NASA, berakhirnya perhitungan kalender Suku Maya di tanggal tersebut, sama jika dibandingkan dengan tandasnya perhitungan normal pada 31 Desember. "Sama seperti kalender yang Anda miliki di dinding di mana tidak ada lagi tanggal sesudah 31 Desember, kalender Suku Maya tidak ada tanggal lagi sesudah 21 Desember 2012."
Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.
Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.
"Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada," kata Don Yeomans, Manajer dari program NASA, Near-Earth Object, di Jet Propulsion Laboratory, California pada Januari lalu.

(Zika Zakiya. Sumber: NASA, NBC News)

Lipatan Rumit di Otak, Rahasia Kejeniusan Albert Einstein

Einstein memiliki pola lipatan otak yang luar biasa di beberapa bagian, kondisi ini ditengarai yang membantu kejeniusannya.

einstein,gravitasi,relativitasWorld-Telegram
Albert Einstein tersohor sebagai fisikawan andal pada abad 20 yang terkenal dengan teori relativitas. Sosoknya selalu menarik perhatian karena kejeniusan yang dimiliki. Hal inilah yang mengulik para peneliti untuk mengungkap bagaimana isi otak Einstein sesungguhnya.  
Jurnal Brain yang dipublikasian pada Jumat (16/11) lalu mengungkap foto-foto baru otak Einstein. Pria ini memiliki pola lipatan otak yang luar biasa di beberapa bagian, kondisi ini ditengarai yang membantu kejeniusannya.
Lipatan ekstra ini terdapat pada bagian korteks otak besar (cerebral cortex atau grey matter). Di mana di bagian ini merupakan pusat saraf yang mengatur pikiran dan kesadaran manusia. Tim peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan otak Einstein memiliki lipatan yang jauh lebih rumit di seluruh korteks otak besar yang erat kaitannya dengan tingkat Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi.
Analisa menunjukkan khususnya pada bagian frontal lobes yang mengatur dengan pemikiran abstrak dan perencanaan, memiliki lipatan yang luar biasa rumit. "Ini adalah bagian yang benar-benar canggih dari otak manusia. Dan (Einstein) sangat luar biasa," kata Dean Falk, antropolog di Florida State University, Amerika Serikat.
otak,penyakit,manusia(thinkstockphoto)
Ilmuwan percaya bahwa semakin banyak lipatan dapat menciptakan area permukaan yang lebih luas bagi proses mental. Ini memungkinkan terjadinya koneksi yang lebih banyak antara sel-sel otak. Dengan lebih banyak koneksi antar bagian otak yang saling berjauhan, akan mampu membuat suatu arti, lompatan mental, dan memecahkan beberapa masalah kognitif.
Selain itu bagian occipital lobes yang berfungsi melakukan pemrosesan visual juga menunjukkan adanya lipatan tambahan. Lobus parietal kanan dan kiri juga tampak sangat asimetris. "Memang tidak begitu jelas bagaimana bagian-bagian ini berkontribusi terhadap kejeniusan yang dimiliki oleh Einstein. Namun, wilayah otak adalah kunci bagi tugas-tugas spasial dan matematika," kata Falk.
Pada tahun 1999, Sandra Witelson, dari G. Michael De Groot of Medicine di Universitas McMasters, melakukan studi masa lalu otak Einstein. Ia mengungkapkan bahwa lobus parietalis kanan Einstein memiliki lipat ekstra. Ini dianggap terjadi ketika Einstein masih dalam kandungan.
"Ini bukan hanya masalah lebih besar atau lebih kecil, tetapi bahwa pola yang sebenarnya berbeda. Anatominya adalah unik dibandingkan dengan setiap foto atau gambar dari otak manusia yang pernah direkam," kata Witselson.
Penelitian akan otak Einstein sebelumnya juga pernah dilakukan ahli patologi, Thomas Harvey, yang sempat mengambil otak Einstein dan menyimpannya. Harvey mengiris tipis bagian jaringan otak tersebut menaruhnya di bawah mikroskop dan juga mengambil 14 buah foto otak dari berbagai sudut. Namun foto-foto tersebut dirahasiakan, karena Harvey ingin menuangkannya dalam buku mengenai Einstein yang akan ia tulis.
Akan tetapi sebelum menyelesaikan bukunya, Harvey meninggal dunia kemudian pihak keluarga menyumbangkan foto tersebut ke National Museum of Health and Medicine di Washington, D.C. Kemudian pada tahun 2011, Falk beserta timnya mulai menganalisa foto-foto tersebut.

(Umi Rasmi. Sumber: Live Science) NATGEO Indonesia

CONTOH COVER SKRIPSI



BUNGA RAMPAI
MANAJEMEN PALAYANAN PUBLIK






Oleh
Mahasiswa Program Ilmu Administrasi Negara
PPS-UB Malang
Angkatan tahun 1998/1999
 
 
 

Pembina:
Drs. Mardiyono, MPA
Drs. Bambang Supriyono, MS

 






PPS-UB MALANG 1999





KATA PENGANTAR

Kajian Manajemen Pelayanan Publik mengalami dinamika yang sangat pesat karena terkait dengan dimensi politik, ekonomi, sosial, dan dimensi-dimensi lain yang sarat perubahan. Pendek kata tidak ada satupun pemenuhan kebutuhan masyarakat yang tidak terkait dengan prinsip-prinsip manajemen pelayanan publik yang berkualitas. Pada saat ini terdapat isue korupsi, kolusi dan nepotisme yang menyimpang dan prinsip-prinsip tersebut. Hal ini tentunya merupakan suatu tantangan yang sedapat mungkin perlu segera diatasi. Karena itu diperlukan kajian lebih mendalam tidak hanya secara konseptual akan tetapi juga secara pragmatis agar dapat menjawab tantangan tersebut melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Merespon tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya khususnya angkatan tahun 1998/1999 telah mendiskusikan secara intensif dan terprogram mengenai berbagai konsep dan isue dalam rangkaian proses perkuliahan Manajemen Pelayanan Publik selama Semester Genap 1998/1999. Buah dari proses tersebut adalah tersajinya Bunga Rampai Manajemen Pelayanan Publik ini. Bunga rampai sejenis telah diterbitkan pula oleh para mahasiwa angkatan sebelumnya, akan tetapi untuk sajian kali ini terdapat beberapa substansi kajian yang berbeda, menyesuaikan dengan topik-topik aktual yang didapat dari berbagai jurnal dan pustaka lainnya.
Dengan tidak mengurangi arti pentingnya terbitan sebelumnya, menurut hemat kami bunga rampai kali ini memiliki beberapa perkembangan kajian. Kerangka konseptual tentang efektifitas dan efisiensi, netralitas, transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, privatisasi, etika dan budaya pelayanan publik, maupun konsep-konsep lainnya tetap ditelaah secara kritis. Di samping itu dikaji pula berbagai fenomena global tentang upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diperoleh dari beberapa jurnal yang dianggap relevan dengan fenomena di Indonesia. Hal ini berbeda dengan terbitan sebelumnya yang secara spesifik menelaah kasus-kasus pelayanan publik di Indonesia. Perbedaan ini sengaja dirancang untuk membuka wacana diskusi agar lebih berkembang dalam menemukan esensi pelayanan publik yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat pengguna jasa pelayanan.
Kami selaku tutor dan fasilitator dari mata kuliah Manajemen Pelayanan Publik menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa karena telah bernuansa "partnership" hingga membuahkan hasil karya ini. Bunga Rampai ini adalah hasil dari suatu proses penelaahan yang patut dihargai. Tidak ada hasil akhir yang sempurna tanpa suatu proses pnelaahan yang sungguh-sungguh, dan karenanya proses penelaahan ini merupakan bagian dari kesungguhan untuk mencapai kesempurnaan hasil akhir tersebut. Kesungguhan tersebut semakin penting artinya mengingat hakekat kebenaran ilmiah adalah bersifat relatif.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam sajian ini besar kemungkinan masih ditemukan banyak kekurangan. Hal ini tentunya merupakan tantangan bagi kita semua untuk menyempurnakannya sehingga dikelak kemudian hari akan didapatkan wacanan Manajemen Pelayanan Publik yang lebih mutakhir. Mudah-mudahan Bunga Rampai ini bermanfaat bagi para pembacanya. Terima kasih.




Malang, 12 Juli 1999



Drs. Mardiyono, MPA
Drs. Bambang Supriyono, MS




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  ............................................................................................
DAFTAR ISI  ...........................................................................................................

1.  MANAJEMEN SEKTOR PRIVAT DAN SEKTOR PUBLIK  ........................
            Norveman Duadji & Novita Tresiana

2.  RAHASIA JABATAN DAN NETRALITAS PEGAWAI PENGARUHNYA
     TERHADAP MONOLOYALITAS PELAYANAN PUBLIK  ...............
            Tijan & Mahardin Tegap

3.  EFISIENSI, EFEKTIFITAS DAN EKONOMI DALAM PELAYANAN
     PUBLIK  ..............................................................................................................
            Margono & Nur Wahyu Rochmadi

4.  MENJAMIN AKUNTABILITAS PEJABAT PUBLIK  ...................................
            Fadillah Putra & Karjuni Daetuk Maani

5.  SIGNIFIKANSI KEPEMIMPINAN MANAJER PUBLIK GUNA
     MEMPERBAIKI KEGAGALAN-KEGAGALAN PADA SISTEM
     PEMERINTAHAN  ............................................................................................
            Ali Imron & Jumiati

6.  MENYOROTI MEROSOTNYA PROFESIONALISME PELAYANAN
     PUBLIK  ..............................................................................................................
            Yasril Yunus & Abdullah Said

7.  ETIKA PELAYANAN PUBLIK  ......................................................................
            Petrus Toda Atawolo & Marthinus Mandagi

8.  MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS MELALUI PRIVATISASI
     DAN MANAJEMEN WIRAUSAHA  ...............................................................
            Elvis Sahri Munir & Hermawan

9.  PEMERINTAH YANG DIGERAKKAN OLEH MISI DAN BERORIEN-
     TASI PADA PELANGGAN  .............................................................................
            Hadi Soekanto & Sri Untari

10.REFORMASI LAYANAN UMUM:
     MENEMUKAN KEMBALI ATAU MELEPASKAN BEBAN  ......................
            Lukman Arif & Kartika Ningtias

11.BANISHING BUREAUCRASY:
     THE FIVE STRATEGIES FOR REINVENTING GOVERNMENT  ..............
            Unggul & Heryono Susilo Utomo

12.PERJUANGAN DALAM USAHA TRANSFORMASI:
     PENELITIAN TENTANG TQM, KEPEMIMPINAN, DAN KULTUR
     ORGANISASI PADA LEMBAGA PEMERINTAH  .......................................
            Andhy Hendro Wijaya dan Hermawan


 

DOWNLOAD SKRIPSI

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [1]
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal skripsi
  • Penelitian
  • Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
  • Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
  • Penelitian dan bimbingan skripsi
  • Seminar
  • Sidang
  • Revisi

Karakteristik skripsi

  1. Merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode ilmiah.
  2. Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori, atau hasil-hasil penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.



Kali ini saya akan coba untuk up-load , dan berbagi kumpulan skripsi yang mungkin bermanfaat untuk para pengunjung http://perpustakaandankliping.blogspot.com/   Silahkan dipilih saja yang diperlukan. Semua saya gabung dan dapat di down load di 4shared.com  Salam persaudaraan dari Kang Sastro.

CONTOH SURAT PERIJINAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Mata Pelajaran          : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas / Semester       : V/I
Alokasi Waktu           : 9 x 35 menit
                                      Pert. 15 – 18 (4 minggu)

I.         Standart Kompetensi
1.           Menghargai berbagai peninggalan dan sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha, dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia.

II.         Kompetensi Dasar
1.5   Mengenal jenis-jenis dan kegiatan ekonomi di Indonesia.

III.         Tujuan Pembelajaran**
¨         Siswa dapat Mengenal jenis-jenis dan kegiatan ekonomi di Indonesia.
v  Karakter siswa yang diharapkan  :  Disiplin ( Discipline ), Rasa Hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ), Jujur ( fairness ) dan Ketelitian ( carefulness )

IV.         Materi Pokok
·            Jenis-jenis dan kegiatan ekonomi di Indonesia.

V.         Langkah-Langkah Pembelajaran (Pertemuan 15 – 18)
Pertemuan 15-18
·            Kegiatan awal
*    Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaanmasing-masing, untuk mengawali pelajaran
*      Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
·            Kegiatan inti
*               Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru :
*      Menjelaskan jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat.
*      Berdiskusi dan memberi contoh usaha yang dikelola sendiri swasta dan atau pemerintah..
*      Menjelaskan cara menghargai kegiatan orang dalam berusaha
*      Menjelaskan dan menyebutkan contoh kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di Indonesia.
*      Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan dilaboratorium, studio atau lapangan.
*               Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru
*    Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
*    Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut;
*     Memfasilitasi peserta didikdalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
*    Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
*    Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
*    Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok.
*    Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran , turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
*    Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
*               Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
*      Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
* Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.
·            Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru :
*    Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
*    Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
*    Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
*    Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedy, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

VI.         Alat dan Sumber Bahan
·           Alat Peraga   : Gambar-gambar jenis usaha perekonomian yang ada di masyarakat
·           Sumber         : Buku IPS kelas V yang relevan

VII.         Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/Soal
·      Menyebutkan jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat Indonesia.
·      Memberi contoh usaha yang dikelola sendiri dan kelompok.
·       Memberikan contoh cara menghargai kegiatan orang dalam usaha.
·      Memberi contoh kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di Indonesia.
Tertulis
Jawab singkat
-       Sebutkan jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat Indonesia
Format Kriteria Penilaian
*          PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
·        Semua benar
·        Sebagian besar benar
·        Sebagian kecil benar
·        Semua salah
4
3
2
1




*          PERFORMANSI
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Pengetahuan



Sikap
·      Pengetahuan
·      Kadang-kadang Pengetahuan
·      Tidak Pengetahuan

·      Sikap
·      Kadang-kadang Sikap
·      Tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.

2.

3.

4.

5.








CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) x 10
*  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

P.Bun ……………………………………….2012
Mengetahui
Kepala Sekolah                                                          Guru




(_______________________)                                    SASTRO SATRIO
NIP :                                                                            NIP :